Selasa, 17 Januari 2012

PostHeaderIcon Contoh Makalah

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Dunia penyiaran sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Apalagi didukung oleh kemajuan teknologi, yang memungkinkan dunia penyiaran masuk ke pelbagai pelosok di dunia. Dilihat dari segi pendidikan, pelbagai sekolah dan perguruan tinggi membuka jurusan penyiaran. Dilihat dari segi sosial, masyarakat membutuhkan informasi melalui media cetak dan elektronik.
Semakin tinggi minat masyarakat dalam mencari informasi memberi peluang bagi stasiun penyiaran untuk meningkatkan kinerja mereka. Selain meningkatkan kinerja perusahaan, mereka juga membutuhkan karyawan yang berkualitas.
Alasan inilah yang mendorong kami menulis makalah dengan judul “Teknik dan Sistem Penyiaran di Indonesia”
B.       Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang dunia penyiaran kepada para pembaca yang ingin lebih mengenal dunia penyiaran.
C.      Manfaat
Manfaat penulisan makalah ini adalah :
1.      Pembaca mengerti dunia penyiaran
2.      Tidak adanya kesenjangan sosial antara pembaca dan dunia penyiaran
3.      Memberikan pandangan positif bagi pembaca
4.      Memberi pengetahuan kepada pembaca yang ingin mengenal dunia penyiaran
5.      Sebagai acuan bagi mahasiswa penyiaran
6.      Dapat menambah nilai mata kuliah bagi penulis

BAB II
PEMBAHASAN


A.      Sejarah Penyiaran
“Sejarah media penyiaran dunia dimulai ketika ahli fisika Jerman bernama Heinrich Hertz pada tahun 1887 berhasil mengirim dan menerima gelombang radio (Morissan, 2011:1)”. Di Indonesia, radio dimulai pada masa penjajahan Belanda. Namun, masih sebagai radio amatir. Kemudian setelah kemerdekaan masyarakat Indonesia membentuk persatuan radio amatir. Tepatnya 11 September 1945 terbentuklah stasiun radio Indonesia yang sampai sekarang kita kenal yaitu RRI. Media penyiaran dunia mulai berkembang, diikuti dengan munculnya televisi. Dahulu televisi hanya dapat dimiliki oleh kalangan tertentu saja. Televisi pertama yang ditemukan oleh Paul Nipkow yang merupakan tabung kamera saja. Kemudian berkembang dengan ditambahkannya audio, yang beberapa tahun kemudian berubah menjadi televisi hitam putih. Kemajuan teknologi yang semakin pesat merubah televisi menjadi televisi yang kita kenal sekarang yaitu televisi berwarna yang beberapa periode kedepan berubah menjadi televisi digital. Bukti berkembangnya pertelevisian di Indonesia diawali dengan disiarkan secara langsung upacara kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1962 oleh TVRI, diikuti stasiun swasta lainnya pada era 90an.
Sejarah media cetak dimulai dari zaman Romawi kuno yang menerbitkan kejadian sehari-hari dengan sebuah gulungan yang disebut acra diurna. Kemudian mulai berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1690 dan dicetak secara besar-besaran. Di Indonesia, media cetak dimulai sejak masa penjajahan Belanda yang disebarkan secara diam-diam.
“Media Online di Indonesia kebanyakan lahir pada saat jatuh-nya pemerintahan Suharto di tahun 1998, dimana alternatif media dan breaking news menjadi komoditi yang di cari banyak pembaca (Wikibooks Indonesia)”. Media online yang pertama muncul adalah detik.com yang sekarang dibawahi oleh Trans Corp. Sejak itulah media online dimanfaatkan oleh stasiun-stasiun di Indonesia. Memang pada kenyataannya memberi kemudahan dalam pemberian informasi meskipun media radio masih lebih cepat dalam memberi informasi. Media online dapat disamakan dengan media cetak namun memiliki visual layaknya media televisi sehingga dapat diakses kapanpun dimanapun dengan media elektronik apapun.
B.       Teknik Penyiaran
Suksesnya sebuah program acara didukung oleh kerja keras dari tim dan teknik yang digunakan. Dari tim teknik sendiri dapat diuraikan sebagai berikut :
1.         Manajer Teknik
Bertanggung jawab mengawasi seluruh pekerjaan teknis.
2.         Asisten Manajer Teknik
Ikut bertanggung jawab dalam penentuan anggaran dan kebijakan departemen teknik, serta memberikan saran kepada staf bagian program dan produksi atas pelbagai aspek program.
3.         Pengawas Teknik
Mengarahkan operasional peralatan elektronik beserts teknis yang bekerja.
4.         Teknisi Pemeliharaan
Bertanggung jawab memperbaiki dan mempelihara seluruh peralatan siaran, termasuk peralatan produksi.
5.         Teknisi Transmisi
Bertanggung jawab dalam operasional dan pemeliharaan peralatan pemancar.
6.         Teknisi Audio Video
Mengoperasikan audio dan video.
7.         Teknisi Audio
Bertanggung jawab menangani aspek suara suatu produksi program.
8.         Teknisi Video
Bertugas mengawasi dan menjaga kualitas gambar.

9.         Teknisi Videotape atau Editor
Bertanggung jawab menempatkan dan mengoperasikan seluruh peralatan videotape.
10.     Teknisi Master Kontrol
Bertugas melakukan koordinasi terhadap seluruh input audio dan video.
                        Teknisi didukung pula oleh peralatan produksi yang memadai, antara lain :
1.      Peralatan Produksi
ENG/EFP kamera, video sistem, audio sistem, VCR sistem, lighting sistem, kontrol produksi, master kontrol, dan lain-lain.
2.      Peralatan Penyiaran
Sistem kamera, sistem audio, sistem video, peralatan kontinu studio, peralatan transmisi, dan lain-lain.
3.      Peralatan Pendukung
Pembangkit daya listrik, komputer, alat komunikasi, mobil, reporter, dan lain-lain.
C.      Sistem Penyiaran
Empat istilah dalam Undang-Undang Penyiaran yaitu : lembaga penyiaran, penyelenggara penyiaran, jasa penyiaran, dan stasiun penyiaran. Empat istilah ini membingungkan dan berlebihan karena pada dasarnya mengacu pada pengertian yang sama (Morissan, 2011 : 86)
                 Sistem penyiaran di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Penyiaran. Dalam Undang-Undang Penyiaran itu terdapat istilah-istilah penyiaran dan dalam seluruh istilah itu terdapat Jenis stasiun beserta jangkauan penyiarannya. Sehingga, stasiun penyiaran itu dapat menampilkan acara mereka di televise baik di daerah maupun nasional.

1.         Jenis Stasiun Penyiaran
Stasiun penyiaran di Indonesia dibagi dalam empat jenis, yaitu :
a.         Stasiun swasta
Stasiun yang mengejar keuntungan dari penayangan iklan dan usaha lainnya. Modal pendiriannya diawali oleh modal dari warga negara Indonesia dan atau perseroan terbatas (PT).

b.         Stasiun Berlangganan
Sistem televisi kabel yang bekerja dalam tiga komponen utama, yaitu : CSO, sistem distribusi, dan saluran rumah. CSO adalah antena yang berfungsi menangkap sinyal dari stasiun televisi.
c.         Stasiun Komunitas
Stasiun yang didirikan oleh komunitas tertentu. Bersifat independen dan tidak komersial serta jangkauannya kecil. Didirikan dengan persetujuan tertulis paling sedikit 51% dari jumlah penduduk.
d.        Stasiun Publik
Stasiun yang berbentuk badan hukum dan didirikan oleh negara. Bersifat independen, netral, tidak komersial, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
2.         Jangkauan Siaran
a.         Stasiun Lokal
Stasiun penyiaran dengan wilayah siaran terkecil yang mencakup satu wilayah kota. Wilayah jangkauan siaran terbatas.
b.         Stasiun Nasional
Stasiun yang menyiarkan programnya ke sebagian besar wilayah negara dari satu stasiun penyiaran saja,
c.          Stasiun Jaringan
Pelbagai stasiun yang memiliki wilayah siaran sendiri namun melakukan siaran bersama dengan stasiun lainnya.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Kesimpulan dari pembahasan diatas adalah suatu kesuksesan broadcast ditentukan oleh teknik yang memadai dan sistem yang berlaku. Teknik itu sendiri terdiri dari personel yang menguasai di bidang peralatan produksi, peralatan penyiaran dan peralatan pendukung. Sistem yang berlaku itu mengatur aktivitas dari personel di bidang-bidang yang disebutkan diatas.
            Berhasil atau tidaknya sebuah lembaga penyiaran ditentukan oleh SDM yang kompeten dan professional di bidangnya. SDM yang kompeten dan professional itu sendiri tidak akan mencapai hasil maksimal tanpa mematuhi setiap sistem yang berlaku.

B.     Saran
Berikut ini saran-saran yang dapat penulis sampaikan kepada para pembaca khususnya para broadcaster diantaranya:
1.      Teknisi broadcast agar memiliki bekal untuk bekerja dan professionalitas telah dilatih sejak dini.
2.      Para broadcaster harus lebih mendalami pengetahuan tentang dunia broadcast di bidangnya masing-masing namun juga harus tetap mempelajari bidang lainnya agar terjadi balance dalam bekerja.
3.      Broadcaster diwajibkan untuk mematuhi setiap sistem yang berlaku.









DAFTAR PUSTAKA

Morrissan. 2011. Manajemen Media Penyiaran. Jakarta: Prenada Media Group.
Buku teks bebas berbahasa Indonesia diakses dari www.wikibooks.org pada tanggal 25 Desember 2011



0 komentar:

Poskan Komentar

Love "ai"

Search Blog

Memuat...

About Me

Foto Saya
Ai Hanoi
Mahasiswi Program Studi Manajemen Produksi Pemberitaan di Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta Bekerja di bidang Industri Kreatif, senang mendengarkan dan berbagi cerita, motivator muda yang tidak dipublikasikan dan jika dibutuhkan, menyukai hujan dan kucing any question? just send email :)
Lihat profil lengkapku
AiHanoi. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Entri Populer